5 Unsur Penting Saat Bikin FB Ads (Bagian-2)



Ada kalanya seorang pengiklan di Facebook Ads hanya fokus di satu atau dua unsur saja, mengabaikan unsur lain sehingga boncos yang terjadi. Boncos adalah istilah untuk menggambarkan tidak kembalinya biaya iklan sebuah media online gara-gara iklannya gagal menghasilkan penjualan.

Ketika biaya iklan sudah habis namun tak kunjung ada penjualan, banyak yang menyebutnya boncos.
Lalu, apa saja lima unsur penting dalam beriklan di Facebook Ads agar tidak boncos?

Pertama adalah Konten. Ada yang menyebut Content Is King. Selengkapnya tentang strategi membuat konten Facebook Ads silahkan baca DI SINI



Kedua adalah Audiens

Audiens atau pemirsa adalah orang yang Anda inginkan untuk melihat iklan. Ini seperti kepada siapa Anda menyebarkan brosur. Ketika Anda sedang buka stand di sebuah event di alun-alun yang dihadiri pengunjung, maka Anda harus jeli, kepada siapa brosur itu akan dibagikan.

Misal Anda jualan mobil, tentu tidak semua pengunjung Anda beri brosur mobil. Anda hanya akan memberikan brosur kepada orang yang Anda anggap potensial sebagai buyer.

Misal, pria atau wanita yang tampak sudah menikah. Atau sedang bersama keluarganya. Atau seorang pria paruh baya yang berjalan dengan percaya diri.

Anda tentu tidak akan memberikan brosur kepada anak muda, ABG atau nenek-nenek yang compang-camping membawa plastik kresek.

Ini bukan soal menghina penampilan orang, tetapi ini merupakan strategi alam bawah sadar dalam membuat persona. Persona adalah sosok fiktif yang terbentuk dari alam bawah sadar Anda bahwa dialah orang yang cocok menjadi pembeli mobil Anda.

Persona ini terbentuk berdasarkan karakter produk yang Anda jual. Jika Anda menjual Daihatsu Xenia, tentu mobil Anda itu akan lebih banyak diminati oleh pria atau wanita berumah tangga, yang sudah di atas tiga tahun menikah dan punya anak. Bisa jadi ini adalah first car mereka.

Melihat pasangan suami istri berpenampilan bersih sambil menuntun anak kecil usia dua tahun, berjalan-jalan di alun-alun tentu naluri Anda sebagai salesman mobil Xenia akan tergerak untuk memberikan brosur. “Dialah calon pembeli potensial,” gumam Anda dalam hati.

Beda lagi jika Anda salesman mobil Fortuner. Anda tentu akan mencari calon buyer yang tingkat kematangannya lebih dibanding persona calon buyer Xenia tadi.

Pembeli Fortuner biasanya sudah punya mobil pertama mereka. Mereka juga bukan karyawan biasa. Biasanya pengusaha yang sudah matang. Bisnisnya sudah jalan.

Mobil bukan lagi sekedar alat transportasi bagi mereka, tapi merupakan sebuah gaya hidup dan kebanggan.

Itulah persona-persona yang Anda buat berdasarkan karakter produk.

Hal yang sama Anda lakukan ketika membuat setting iklan di Facebook Ads. Apa produk Anda, siapa pelanggannya, siapa decision makernya?

Decision maker adalah orang yang memiliki potensi membuat keputusan untuk membeli atau tidak, meskipun dia bukan user dari produk Anda.

Contohnya pakaian anak-anak. Usernya anak-anak, tapi decision makernya tentu orang tua mereka, atau kakek nenek mereka.

Demografinya mesti jelas. Apalagi di Facebook Ads itu kita bisa membuat iklan dengan settingan demografi calon pelanggan sangat detail.

Bukan hanya usia, jenis kelamin serta minat. Anda bahkan bisa menyetel pemirsa berdasarkan meek ponselnya.

Misal Anda jualan mobil Fortuner di Facebook Ads, Anda bisa set iklan dengan custom audience, salah satunya (misal) hanya yang pakai HP Samsung dan iPhone. Maka iklan Fortuner itu tidak akan muncul di beranda saya, karena saya pakai HP Realme J

0 komentar:

Posting Komentar