Ada kalanya seorang pengiklan di Facebook Ads hanya fokus di satu atau dua
unsur saja, mengabaikan unsur lain sehingga boncos yang terjadi. Boncos adalah
istilah untuk menggambarkan tidak kembalinya biaya iklan sebuah media online
gara-gara iklannya gagal menghasilkan penjualan.
Ketika biaya iklan sudah habis namun tak kunjung ada
penjualan, banyak yang menyebutnya boncos.
Lalu, apa saja lima unsur penting dalam beriklan di Facebook
Ads agar tidak boncos?
Pertama adalah Konten. Ada yang menyebut Content Is King. Selengkapnya tentang strategi membuat konten Facebook Ads silahkan baca DI SINI
Kedua adalah Audiens
Audiens atau pemirsa adalah orang yang Anda inginkan untuk
melihat iklan. Ini seperti kepada siapa Anda menyebarkan brosur. Ketika Anda
sedang buka stand di sebuah event di alun-alun yang dihadiri pengunjung, maka
Anda harus jeli, kepada siapa brosur itu akan dibagikan.
Misal Anda jualan mobil, tentu tidak semua pengunjung Anda
beri brosur mobil. Anda hanya akan memberikan brosur kepada orang yang Anda
anggap potensial sebagai buyer.
Misal, pria atau wanita yang tampak sudah menikah. Atau
sedang bersama keluarganya. Atau seorang pria paruh baya yang berjalan dengan
percaya diri.
Anda tentu tidak akan memberikan brosur kepada anak muda,
ABG atau nenek-nenek yang compang-camping membawa plastik kresek.
Ini bukan soal menghina penampilan orang, tetapi ini
merupakan strategi alam bawah sadar dalam membuat persona. Persona adalah sosok
fiktif yang terbentuk dari alam bawah sadar Anda bahwa dialah orang yang cocok
menjadi pembeli mobil Anda.
Persona ini terbentuk berdasarkan karakter produk yang Anda
jual. Jika Anda menjual Daihatsu Xenia, tentu mobil Anda itu akan lebih banyak
diminati oleh pria atau wanita berumah tangga, yang sudah di atas tiga tahun
menikah dan punya anak. Bisa jadi ini adalah first car mereka.
Melihat pasangan suami istri berpenampilan bersih sambil
menuntun anak kecil usia dua tahun, berjalan-jalan di alun-alun tentu naluri
Anda sebagai salesman mobil Xenia akan tergerak untuk memberikan brosur. “Dialah
calon pembeli potensial,” gumam Anda dalam hati.
Beda lagi jika Anda salesman mobil Fortuner. Anda tentu akan
mencari calon buyer yang tingkat kematangannya lebih dibanding persona calon
buyer Xenia tadi.
Pembeli Fortuner biasanya sudah punya mobil pertama mereka.
Mereka juga bukan karyawan biasa. Biasanya pengusaha yang sudah matang.
Bisnisnya sudah jalan.
Mobil bukan lagi sekedar alat transportasi bagi mereka, tapi
merupakan sebuah gaya hidup dan kebanggan.
Itulah persona-persona yang Anda buat berdasarkan karakter
produk.
Hal yang sama Anda lakukan ketika membuat setting iklan di
Facebook Ads. Apa produk Anda, siapa pelanggannya, siapa decision makernya?
Decision maker adalah orang yang memiliki potensi membuat
keputusan untuk membeli atau tidak, meskipun dia bukan user dari produk Anda.
Contohnya pakaian anak-anak. Usernya anak-anak, tapi
decision makernya tentu orang tua mereka, atau kakek nenek mereka.
Demografinya mesti jelas. Apalagi di Facebook Ads itu kita
bisa membuat iklan dengan settingan demografi calon pelanggan sangat detail.
Bukan hanya usia, jenis kelamin serta minat. Anda bahkan
bisa menyetel pemirsa berdasarkan meek ponselnya.
Misal Anda jualan mobil Fortuner di Facebook Ads, Anda bisa
set iklan dengan custom audience, salah satunya (misal) hanya yang pakai HP
Samsung dan iPhone. Maka iklan Fortuner itu tidak akan muncul di beranda saya,
karena saya pakai HP Realme J

0 komentar:
Posting Komentar